Jasa Penulis Artikel SEO Murah | Terbaik & Profesional

Ada banyak teks dan tulisan yang terpublikasi di luar sana. Beberapa menggunakan gaya bahasa santai, sedangkan tak sedikit juga yang sulit dipahami karena mencantumkan istilah-istilah ilmiah.

Namun tidak semua artikel yang memunculkan istilah ilmiah adalah artikel ilmiah. Sebab artikel ilmiah adalah tulisan yang dibuat oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan membahas suatu permasalahan tertentu.

Selain membahas satu permasalahan khusus atau sebuah project, artikel ilmiah adalah hasil tulisan yang disusun dengan struktur yang telah diatur dan disepakati bersama.

Kesepakatan ini menjadi standar penulisan artikel ilmiah tersebut, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ketika sebuah artikel ilmiah sudah mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah, maka bisa diikutsertakan dalam sebuah publikasi jurnal secara nasional maupun internasional.

Butuh jasa Penulis Artikel berpengalaman? Klik Disini

Konsep Artikel Ilmiah

Untuk lebih memahami artikel ilmiah, sebaiknya mengerti tentang konsepnya terlebih dahulu. Namun sebelum lebih jauh membahas konsep dan struktur penulisannya, bisa dimulai dari pengertian artikel ilmiah tersebut.

Di atas telah dijelaskan singkat apa itu artikel ilmiah. Jika mengutip dari beberapa pendapat, maka artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang ditulis dengan metode penulisan yang baik dan benar, serta berdasarkan fakta diikuti dengan pemikiran penulisnya.

Tujuan ditulisnya artikel ilmiah adalah untuk menjelaskan penelitian atau project yang dilakukan serta apa hasilnya. Namun di sisi lain artikel ilmiah harus mampu memberikan pemahaman baru bagi pembacanya. Apalagi artikel itu terbit dalam jurnal penelitian, maka harapannya dapat mengedukasi masyarakat secara luas. Jika memang ingin dikirimkan ke penerbit jurnal, maka bahas sesuatu yang spesifik namun mudah dimengerti orang banyak.

Selain untuk dipublikasikan pada jurnal penelitian, tujuan lain artikel ilmiah adalah untuk memenuhi tugas atau bisa juga mengikuti perlombaan. Artikel ilmiah yang dibuat untuk tugas biasanya dikerjakan oleh murid atau mahasiswa. Hasilnya kerap disebut dengan makalah ilmiah. Sedangkan artikel ilmiah untuk perlombaan dikenal juga dengan sebutan lomba karya tulis ilmiah.

Selain tujuannya yang bermacam-macam, artikel ilmiah pun bentuknya beragam. Artikel ilmiah tidak hanya ditulis untuk menjelaskan penelitian lapangan atau project yang dilakukan. Ada juga akademisi, peneliti, atau penulis lainnya yang membuat artikel ilmiah untuk mengkaji pustaka atau hasil pengembangan penelitian sebelumnya.

Yang Perlu Dilakukan Saat Menulis Artikel Ilmiah

Seperti yang disebutkan di atas bahwa artikel ilmiah adalah tulisan yang memiliki struktur tertentu, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan agar hasil tulisan sesuai dengan ketentuan. Di sisi lain, apabila poin-poin di bawah ini dilakukan maka akan mempermudah si penulis dalam menghasilkan artikel yang baik, berkualitas, sekaligus menarik. Simak apa saja yang harus ditempuh dalam membuat artikel ilmiah:

1. Pemilihan Tema

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema penulisan. Sebab tema merupakan topik atau masalah yang akan dibahas pada suatu tulisan. Kalau sejak awal tidak ditentukan temanya, maka pembahasan akan melebar dan tidak fokus. Pemilihan tema juga memudahkan si penulis untuk mencari referensi tulisannya agar relevan.

Jika memilih tema yang universal, maka akan mudah mendapatkan sumber atau referensinya. Namun kekurangannya adalah tema ini pasti sudah banyak yang menulis. Jadi sebagai penulis harus bisa melihatnya dari sudut pandang lain. Sedangkan, semakin spesifik dan unik temanya dibutuhkan usaha lebih untuk mencari bahan-bahan pendukungnya. Tapi hasil tulisan ini pasti akan lebih menarik bagi pembaca.

2. Pembuatan Judul

Saat sudah memilih tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul. Memang tidak mudah membuat judul sebab harus singkat, padat, dan menjelaskan secara garis besar isi tulisan yang dibuat. Selain itu, tentu saja judul harus menarik untuk menimbulkan rasa penasaran pembacanya dan meninggalkan kesan tertentu. Judul bisa menjadi salah satu penentu apakah suatu artikel bisa layak dipublikasikan atau tidak.

Judul artikel ilmiah adalah sesuatu yang menggambarkan variabel penelitian atau kajian beserta permasalahannya. Perhatikan pula pemilihan kata yang digunakan. Sebisa mungkin gunakan kata-kata yang umum dan mudah dipahami orang banyak. Apabila harus menggunakan istilah asing bisa diterangkan sedikit dalam tanda kurung.

3. Riset dan Pengumpulan Data

Pembahasan artikel ilmiah harus menyertakan data atau fakta-fakta lainnya. Ini bisa berguna sebagai pendukung, penguat opini, serta menampilkan kondisi sesungguhnya di lapangan. Ada dua macam pengumpulan data, yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Perbedaannya terletak pada jenis data yang didapatkan.

Data kuantitatif adalah data-data yang berhubungan dengan angka atau statistik. Sedangkan untuk data kualitatif merupakan deskripsi kualitas sebuah permasalahan yang sedang dibahas. Jika dilihat dari cara memperolehnya, data ini dibedakan menjadi primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung penelitian di lapangan, sedangkan data sekunder tidak langsung dari subjek atau objek penelitian.

4. Membuat Kerangka Tulisan

Agar tulisan tersusun secara sistematis, maka harus ada kerangka tulisan. Ini harus dibuat agar penulis tidak lupa hal-hal yang harus dimasukan, pembahasan terarah, serta sebagai pengingat bagian-bagian mana yang mungkin dibutuhkan data tambahan. Dengan adanya kerangka tulisan, seseorang pun bisa melihat secara sekilas hasil akhir tulisannya akan seperti apa.

Kerangka tulisan ini mengandung poin-poin utama yang akan ditulis. Supaya lebih mudah dalam membuatnya, bisa mengikuti format atau struktur penulisan artikel ilmiah sehingga saat akan menulis bagian tersebut sudah tahu apa yang akan dibahas. Kerangka ini pun bermanfaat apabila ingin melakukan konsultasi menulis ke mentor atau pembimbing.

5. Memahami Bahasa dan Gaya Penulisan

Hal lain yang harus diperhatikan dalam menulis artikel ilmiah adalah bahasa dan gaya penulisan yang digunakan. Keduanya berbeda dengan artikel pada umumnya sebab harus ditulis dengan formal namun tetap membahas suatu permasalahan atau penelitian spesifik yang mudah dipahami. Maka dari itu, jangan heran kalau kesannya artikel ilmiah terasa kaku.

Mungkin di beberapa media tertentu ada ketentuan bahasa dan gaya penulisannya sendiri. Tapi tetap saja tidak akan sebebas artikel pada umumnya. Jika masih bingung, bisa melihat beberapa hasil tulisan pada jurnal-jurnal ilmiah atau portal-portal yang biasa membahas hasil-hasil penelitian.

6. Membuat Pembukaan yang Menarik

Sudah menjadi sesuatu yang wajar apabila seseorang tidak meneruskan membaca apabila sejak pembukaannya saja tidak tertarik. Maka supaya artikel yang dibuat dibaca tuntas oleh pembaca haruslah memiliki pembukaan yang menarik. Pembukaan yang menarik di sini artinya menggambarkan secara garis besar isi artikel dan arah pembahasannya ke mana.

Tidak harus menuliskan semua inti atau kesimpulan pembahasan. Justru buatlah seseorang penasaran untuk melanjutkan membaca ke bagian berikutnya. Walaupun begitu, tetap harus diingat bahwa artikel ilmiah menganut kaidah-kaidah penulisan yang sistematis. Jadi buat pembukaan yang mudah dipahami tanpa melupakan aturan-aturannya.

7. Menulis Isi dengan Sistematis

Setelah membuat paragraf yang menarik, saatnya masuk ke bagian isi. Ini adalah inti dari sebuah artikel ilmiah dibuat. Tulislah dengan sistematis supaya pembaca bisa mengikuti alur berpikir si penulis atau peneliti. Jika tidak, maka pembaca akan bingung inti masalah apa yang disampaikan.

Pada bagian ini masukan masalah, penelitian yang dilakukan, fakta yang diperoleh, serta hasilnya. Jangan lupa menambahkan kajian pustaka dan teori-teori empiris sebagai penguatnya. Saat menulis bagian isi seorang penulis harus bersikap objektif, artinya tulislah apa adanya sesuai di lapangan. Jangan menambahkan atau mengurangi karena kalau menulis sesuatu yang mengada-ada jadinya tidak ilmiah lagi.

8. Menutup Tulisan dengan Lugas

Penutup yang kuat akan meninggalkan kesan tersendiri di mata pembaca. Ini tak hanya mengesankan ketegasan, tetapi juga keyakinan bahwa penelitian dan ulasan yang diberikan adalah benar. Kalau bisa meyakinkan pembaca, maka tujuan edukasi dari penulisan artikel bisa tercapai. Namun jangan sampai terkesan terlalu percaya diri juga. Tetap kasih kesempatan untuk pembaca dan peneliti lainnya memberikan masukan atau kritik. Sebab ini adalah tanda bahwa penulis bersikap rendah hati dan ­open-minded.

9. Baca Ulang dan Lakukan Penyuntingan

Sebelum men-submit artikel ilmiah yang dibuat, sebaiknya  dibaca lagi dan lakukan penyuntingan. Sebab tak jarang adanya kesalahan menulis (typo) atau hal-hal yang ternyata tertinggal untuk dimasukkan. Dengan membaca ulang tulisan, maka kesalahan dapat diminimalisir sehingga tulisan menjadi lebih sempurna.

Pada saat evaluasi, bisa juga minta tolong orang terdekat untuk membaca atau memeriksanya sekilas. Mungkin saja ada sesuatu yang ternyata kurang dari sisi pembaca dan tidak disadari oleh penulis. Meski beberapa artikel ilmiah pun akhirnya akan disunting oleh editor, namun lebih baik apabila si penulis pun melakukan proses editing sebelumnya.

Struktur Artikel Ilmiah

Dari pembahasan di atas telah disebutkan bahwa artikel ilmiah adalah tulisan yang memiliki struktur penulisan tertentu. Struktur ini menjadi ketentuan yang harus dipatuhi oleh penulisnya, baik secara nasional maupun internasional. Jika ingin melihat contohnya, di Indonesia ada ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) yang memiliki 401.601 artikel ilmiah dengan berbagai bidang.

Untuk skala internasional, ada banyak jurnal internasional yang bisa diakses. Misalnya, DOAJ (Directory Open Access Journal) yang memiliki lebih dari 11.000 artikel hingga tahun 2003. Ada juga ProQuest, Google Scholar, Academia.edu, dan masih banyak lagi. Dari jurnal-jurnal internasional itu bisa mencontoh struktur penulisan artikel ilmiah yang baik, benar, dan sesuai standar. Secara garis besar, inilah yang harus ada dalam artikel ilmiah:

  • Ini jelas harus ada karena menunjukkan isi artikel tersebut. Dari judul juga pembaca dapat mengetahui garis besar penelitian yang dilakukan.
  • Baris kepemilikan. Bagian ini menunjukkan kepemilikan pengarangnya serta hak kelembagaannya.
  • Berisi tentang garis besar penelitian atau isu yang dibahas. Tidak disarankan lebih dari 200-250 kata dan dibuat dalam satu paragraf.
  • Kata kunci. Pilih kata-kata yang berkaitan dengan isi artikel atau penelitian yang dilakukan. Ini akan memudahkan untuk pengelompokkan artikel tersebut.
  • Pendahuluan (Pembuka). Pada bagian ini dijelaskan latar belakang, masalah yang diangkat, tujuan, serta manfaat dari ulasan topik tersebut.
  • Pembahasan (Isi). Bagian ini bisa diawali dengan menulis analisis masalah, teori atau fakta yang ada sebelumnya, kemudian dikaitkan dengan penelitian atau kajian yang dilakukan. Hasil pengamatan dijelaskan pada bagian ini.
  • Kesimpulan (Penutup). Ini adalah bagian yang merangkum hasil penelitian sehingga menjadi sesuatu yang mudah dipahami.
  • Daftar pustaka. Fungsi dari daftar pustaka adalah menunjukkan referensi apa saja yang digunakan oleh penulis. Isinya nama penulis, judul buku atau artikel yang digunakan, identitas, penerbit, dan tahun terbitannya.

Membuat artikel ilmiah adalah sesuatu yang tidak sulit. Ini bisa dengan mudah dilakukan selama mau mempelajarinya sebab tidak bisa sembarangan. Selama mengikuti kaidah penulisan dan melakukan penelitian atau kajian, seseorang bisa memulainya dengan bimbingan yang sudah ahli. Jika ingin mencobanya, pilih tema-tema yang sederhana dulu, barulah meningkat ke topik-topik yang lebih kompleks.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *