Jasa Penulis Artikel SEO Murah | Terbaik & Profesional

Penting bagi setiap orang untuk menjaga lingkungan hidup sehingga jangan heran kalau pemerintah dan beberapa lembaga masyarakat gencar mengkampanyekan sayangi bumi, jangan buang sampah sembarangan, stop penggunaan plastik, dan sebagainya.

Namun niat baik ini sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan membuat artikel lingkungan hidup.

Sebuah artikel lingkungan hidup tentunya membahas hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Bisa mengulas permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi, solusinya, cara melestarikan atau menjaga lingkungan agar tetap nyaman ditempati, hingga inovasi-inovasi di bidang tersebut.

Namun tak mudah dalam membuat artikel ini karena temanya sangat spesifik. Tapi di bawah ini ada kuncinya supaya hasil tulisan menjadi menarik.

Hal-Hal yang Bikin Artikel Menarik

Artikel lingkungan hidup tidak sebebas artikel pada umumnya. Seperti yang disebutkan di atas bahwa artikel ini memiliki tema khusus. Jadi kalau tidak dibuat menarik, maka hanya dibaca oleh kalangan-kalangan tertentu saja. Untuk membuat siapa pun mau membacanya, maka jangan lupakan hal-hal berikut:

  • Aktualitas (timeliness). Berita yang disuguhkan harus benar-benar baru atau peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Jangan menulis berita yang sudah lama terjadi kemudian diulas. Akan lebih baik lagi kalau belum banyak orang yang menulisnya.
  • Poin ini maksudnya adalah artikel tersebut berisi informasi yang memberikan dampak atau pengaruh penting bagi pembacanya sehingga penting untuk ditulis dan dipublikasikan.
  • Ketokohan (prominence). Artikel lingkungan hidup memang membahas tentang lingkungan, namun bisa juga mengulas tentang seorang tokoh. Orang terkenal akan membuat tulisan mengundang rasa penasaran dari pembaca.
  • Kedekatan (proximity). Seberapa jauh relevansi isu yang diangkat pada sebuah artikel akan menentukan menarik tidaknya hasil tulisan tersebut. Faktor ini bisa dilihat dari kedekatan secara fisik ataupun emosional. Sebab sudah menjadi sesuatu yang wajar apabila seseorang memilih hal-hal yang memiliki keterkaitan dengan dirinya, baik secara historis maupun fisik.
  • Tulisan yang mengandung nilai masalah selalu menarik perhatian orang. Masalah ini tidak selalu bentrokan secara fisik atau adu argumentasi. Konflik adalah sesuatu yang menimbulkan pertentangan pada dua pihak atau lebih.
  • Human interest. Artikel lingkungan hidup yang menarik jika sesuai dengan interest dan fokus calon pembacanya. Misalnya, tulisan akan dipublikasikan kepada mereka yang memperhatikan kelestarian hutan, maka ulaslah tentang hal itu. Semakin cocok dengan concern pembaca, maka akan semakin dilirik tulisan tersebut.
  • Keunikan (oddity). Sama halnya dengan info orang-orang terkenal, sesuatu yang aneh pun akan menarik pembaca. Jika ada informasi yang tidak lazim, eksentrik, atau unik, maka jadikan lah itu bahan tulisan. Oleh sebab itu, seorang penulis harus jeli dalam melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang.

Jangan Lupakan Ini Saat Membuat Artikel Lingkungan Hidup

Beberapa poin di atas adalah hal-hal yang membuat artikel lingkungan hidup menjadi menarik. Namun perlu diingat bahwa sebuah tulisan harus memberikan manfaat bagi pembacanya. Ini adalah sesuatu yang lebih utama dan jangan dilupakan. Sebab akan sangat sayang jadinya kalau tulisan tersebut menarik tapi terasa “hampa” atau kosong. Maka, berikut adalah poin-poin tambahan yang harus diperhatikan saat menulis artikel bertema lingkungan:

1. Fakta dan Data yang Akurat

Menulis artikel lingkungan hidup memang bisa menjadi sarana untuk mengutarakan pemikiran atau opini. Tapi jangan lupakan fakta beserta data-data yang valid sebagai pendukungnya. Sebab artikel ini membahas sesuatu yang nyata dan terlihat oleh mata. Bukan isu-isu yang bisa direkayasa sehingga unsur subjektivitas harus diminimalisir. Adapun fakta dan data yang disajikan harus sesuai dengan isu atau topik yang dibahas.

Ada banyak sumber fakta dan data yang bisa digunakan untuk menyempurnakan tulisan. Misalnya, hasil wawancara dengan pemerintah atau pihak-pihak yang memiliki kredibilitas, hasil penelitian, atau data-data lembaga lainnya. Contohnya, di Indonesia ada lembaga penelitian bernama LIPI yang masuk ke dalam 100 besar versi Webometrics sebagai kelompok badan riset dan pengembangan .

Berdasarkan data SCImago, hingga 2016 Indonesia memiliki 54.146 publikasi yang terindeks. Saat ini mungkin jumlahnya lebih banyak lagi. Meski jumlah tersebut masih di bawah negara-negara tetangga, rasanya cukup variatif sebagai bahan atau referensi data pendukung untuk membuat artikel.

2. Berita Terbaru

Di atas telah diulas sekilas mengapa sebuah tulisan harus mengangkat berita-berita terkini. Sesuatu yang sudah lewat, apalagi dalam jangka waktu lama, akan tidak menarik untuk dibaca orang.

Selain telah banyak yang menulis sebelumnya, berita lama pun dirasa sudah tidak relevan untuk diperhatikan. Kecuali, berita lama tersebut permasalahannya bersifat kontinu atau menimbulkan dampak-dampak baru.

Berita baru bisa didapat dari pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, sebagai penulis harus memiliki sensitivitas yang tinggi. Kepekaan ini memang membutuhkan waktu dan harus terus dilatih. Semakin peka, maka hasil tulisan akan semakin menarik.

3. Sudut Pandang yang Seimbang

Sebagai penulis artikel lingkungan hidup tidak boleh memihak ke salah satu sisi. Maka dari itu, referensi dan data dibutuhkan untuk menghasilkan tulisan dengan sudut pandang yang seimbang. Sumber yang digunakan jangan hanya satu, sebaiknya tiga atau lebih. Inipun penting agar pembaca dapat melihat suatu permasalahan dari berbagai perspektif.

Sebagai contoh, isu yang akan dibahas adalah tentang limbah pabrik yang mencemari sungai. Penulis harus mendapatkan informasi dari pengelola pabrik, masyarakat, serta pemerintah. Tidak boleh hanya dari sisi perusahaannya atau masyarakatnya saja.

4. Memberikan Pemahaman (Edukasi)

Tulisan yang dibuat harus meningkatkan pemahaman atau membuka pikiran pembacanya. Apabila seseorang yang membaca artikel tidak mendapatkan apa-apa, maka artikel tersebut tidak memberikan manfaat. Tulisan yang mengedukasi ini harus menyesuaikan target pembacanya. Jika ditujukan untuk anak sekolah, maka gunakan bahasa dan istilah yang mudah dipahami. Jangan memasukkan banyak istilah-istilah ilmiah yang asing.

Artikel yang mengedukasi biasanya akan disebarluaskan oleh seseorang. Ini adalah hal yang menguntungkan bagi si penulis. Bukan karena bisa mendapatkan popularitas, tetapi tujuannya untuk mengedukasi bisa disebarluaskan dan menjangkau banyak orang di mana pun.

5. Penjelasan Logis

Menulis artikel tentang lingkungan hidup bukanlah mengarang bebas. Adanya fakta dan data membuat si penulis harus memberikan penjelasan yang logis. Jika tulisan dianggap mengawang atau tidak masuk akal, maka itu samanya saja dengan karya tulis fiksi. Hal ini tidak boleh dilakukan, maka dari itu semua hal yang ditulis harus bisa diterima oleh nalar pembacanya.

Penjabaran yang logis akan menciptakan gambaran yang jelas pada pembaca. Jadi meskipun pembaca tidak berada di tempat atau tidak merasakan langsung masalah lingkungan tersebut, mereka bisa membayangkan secara real kondisinya. Jika mampu meninggalkan kesan kuat di benak pembaca, artinya artikel tersebut sangat mengena.

6. Tulisan Terstruktur

Tulisan yang terstruktur juga membantu pembaca untuk memahami permasalahan yang sedang dibahas. Jangan membuat tulisan yang melompat-lompat. Misalnya, saat sedang membahas konflik pabrik dan masyarakat akibat limbah, tiba-tiba mengulas kebijakan pemerintah di daerah lain. Fokuslah terhadap lokasi dan pihak-pihak yang terkait.

Secara umum struktur karya tulis adalah pembuka, isi, dan penutup. Seringnya, seorang penulis kehilangan fokus di bagian isi. Agar tidak mengalami hal tersebut, maka sebaiknya menyiapkan kerangka tulisan dan data-data mana saja yang relevan untuk dimasukkan.

7. Dilengkapi Visualisasi (Gambar, Grafik, atau Tabel)

Menambahkan visualisasi akan membantu pemahaman pembaca juga. Selain itu, artikel pun akan tampak menarik dibandingkan hanya paragraf-paragraf saja. Masukkan foto, tabel, grafik, atau visual lainnya supaya pembaca mendapat gambaran yang lebih jelas. Ini pun berguna untuk menarik perhatian pembaca sebelum mengetahui keseluruhan isinya.

Namun perlu diingat jika ingin menampilkan foto. Harus diperhatikan kelayakan tampilannya serta hak milik dari foto tersebut. Jika menggunakan foto karya orang lain, maka wajib mencantumkan sumber foto tersebut. Begitupun dengan infografis yang diambil dari suatu sumber.

Sumber atau Referensi yang Bisa Dimanfaatkan

Buat yang masih bingung dari mana mendapatkan referensi tulisan, simak beberapa sumber di bawah ini yang bisa digunakan. Tapi ingat, kelima sumber di bawah ini harus dipastikan validitasnya supaya hasil tulisan pun tidak salah:

  • Jurnal penelitian. Ini adalah sumber data yang valid untuk dijadikan referensi tulisan. Pilih penelitian yang topiknya sesuai dengan permasalahan. Mengingat ada banyaknya jurnal penelitian di Indonesia dan di luar negeri, pilihlah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal yang terkenal.
  • Sumber berita saat ini sangat beragam, apalagi dari portal berita online. Jika ingin menggunakan sumber berita harus bersikap selektif. Tidak seluruh berita online itu valid dan ditulis oleh yang terpercaya. Maka perlu dilakukan cross check dengan sumber-sumber berita lainnya.
  • Dokumen kebijakan pemerintah. Undang-undang, keputusan presiden, aturan pemerintah daerah, dan sebagainya bisa menjadi pendukung untuk memperkuat ulasan artikel. Gunakan kebijakan pemerintah yang terbaru karena aturan-aturan pemerintah selalu mengalami revisi (amandemen).
  • Hasil pengamatan langsung (survey lapangan). Kalau ingin menjadikan hasil pengamatan lapangan sebagai data pendukung tulisan, maka pastikan harus paham dan expert di bidang tersebut. Apabila pengetahuan yang dimiliki belum mencukupi, sebaiknya menggunakan jurnal penelitian yang dihasilkan oleh para profesional di bidangnya.
  • Buku adalah sumber lainnya yang terpercaya layaknya jurnal penelitian. Lebih baik lagi kalau memilih buku yang ditulis oleh seorang yang ahli di bidangnya dan memang diterbitkan oleh penerbit yang berfokus pada isu-isu lingkungan.

Butuh jasa Penulis Artikel berpengalaman? Klik Disini

Artikel lingkungan hidup harus dibuat dengan dedikasi yang serius. Sebab harus mampu mengangkat permasalahan yang jarang disadari orang dan hanya diperhatikan oleh pihak-pihak tertentu.

Selain itu, dibutuhkan juga usaha untuk mendapatkan sumber dan data yang relevan dan valid. Untuk menghasilkan tulisan tentang lingkungan hidup yang baik dan menarik memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari melalui proses.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *