Jasa Penulis Artikel SEO Murah | Terbaik & Profesional

Ada banyak jenis teks yang beredar dan jenisnya bermacam-macam. Perbedaan tersebut bisa dilihat sekilas dari temanya, panjangnya, hingga bahasa yang digunakan. Dalam tulisan ini akan membahas perbedaan artikel dan jurnal.

Sebab keduanya tampak serupa sebagai karya tulis, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang mendasar. Supaya tidak keliru dalam membuatnya, maka harus memahami perbedaan itu serta jenis-jenisnya juga.

Sebelum membahas perbedaan artikel dan jurnal lebih jauh, bisa dipahami dulu pengertian dari keduanya. Artikel adalah tulisan singkat beberapa paragraf atau halaman namun panjangnya tidak melebihi sebuah buku.

Topik yang dibahas di dalamnya padat, jelas, dan isu-isu terkini. Sedangkan jurnal merupakan kumpulan artikel dengan satu topik tertentu dan diterbitkan secara berkala (mingguan, bulanan, atau tahunan).

Butuh jasa Penulisan Artikel ? Klik Disini

Inilah Perbedaan Artikel dan Jurnal

Di atas telah dijelaskan sekilas mengenai pengertian artikel dan jurnal. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan artikel dan jurnal, ada beberapa hal yang dapat dibandingkan, yaitu sumber atau referensi tulisan, tujuan penulisan, media atau pihak yang menerbitkannya, proses pembuatan hingga menjadi sebuah artikel, hingga manfaat yang bisa didapatkan bagi pembacanya.

Kelimanya akan diulas lebih dalam pada pembahasan di bawah ini. Sebab perbedaan keduanya wajib diketahui, apalagi oleh seorang penulis, peneliti, dan praktisi di bidang akademis. Jangan sampai sudah membuat karya tulis tapi salah menyebutkannya kepada publik. Mungkin dampaknya tidak fatal, tapi jika berkelanjutan bisa menciptakan konsep yang keliru di masyarakat. Berikut adalah kelima poin perbedaan yang dimaksud:

1. Sumber atau Referensi yang Digunakan

Artikel ada dua macam, yaitu artikel penelitian dan non-penelitian. Untuk perbedaan keduanya akan dibahas pada bagian berikutnya. Namun melihat dari jenisnya tersebut bisa dibedakan dari sumber atau referensi yang digunakan oleh penulis. Artikel penelitian haruslah hasil dari penelitian di lapangan ditambah dengan kajian pustaka dan pemikiran-pemikiran (teori).

Sedangkan untuk artikel non-penelitian dapat membahas topik apapun (tidak terikat dengan tema penerbit jurnal) karena mengeksplorasi pendapat, pemikiran, atau mengulas sesuatu. Jadi artikel non-penelitian ini sumbernya lebih luas, bisa dari berita-berita, buku, dan berbagai publikasi lainnya. Meski isinya ada hal ilmiah, pembahasannya tidak akan mendalam.

Di sisi lain, jika melihat pengertian jurnal, maka sudah jelas sumber-sumbernya adalah artikel penelitian. Beberapa artikel penelitian terpilih dan memiliki kesamaan tema akan disatukan kemudian diterbitkan. Jurnal tidak dibuat per orangan, melainkan kumpulan banyak artikel sehingga sumbernya pun akan bermacam-macam.

2. Tujuan Penulisan

Artikel bisa menjadi media seseorang untuk mencurahkan pemikiran dan pendapatnya. Walaupun begitu hal-hal yang diulas dalam artikel tersebut harus didukung oleh data-data atau informasi terkini yang valid. Apalagi untuk artikel hasil penelitian, maka sudah wajib syaratnya untuk menyertakan data hasil pengamatan atau project yang dilakukan.

Artikel harus mampu mendeskripsikan atau menguraikan satu permasalahan pokok yang dibahas. Dengan batasan ruang lingkup tertentu, pembahasan artikel akan terarah dan tidak melebar ke mana-mana. Akhirnya, tujuan penulisan artikel untuk menyampaikan fakta atau pendapat, mengedukasi, atau sebagai media penjelasan pun tercapai.

Adapun jurnal mewakili suatu perkembangan penelitian pada disiplin ilmu tertentu. Perubahannya dapat dilihat dan dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Tujuan diterbitkannya jurnal secara berkala agar masyarakat mengetahui hal-hal baru pada satu disiplin ilmu yang terus berkembang. Jadi tujuan jurnal ada untuk menyoroti isu-isu apa yang terkini atau yang harus diperhatikan oleh publik.

3. Media Publikasi

Jika masih bingung dalam memahami perbedaan artikel dan jurnal, maka bisa melihatnya dari kacamata si publisher (penerbit). Artikel bisa diterbitkan oleh banyak pihak, misalnya surat kabar, majalah, penerbit jurnal, bahkan dijadikan dalam sebuah buku sebagai kumpulan artikel. Ini disebabkan karena topik pembahasan artikel lebih bebas dan luas sehingga pihak yang mempublikasikannya pun bisa fleksibel.

Hal tersebut tidak berlaku pada sebuah jurnal. Jurnal yang terpercaya dirilis oleh lembaga riset terakreditasi dan terpercaya, universitas atau institusi pendidikan yang legal, asosiasi profesi, atau penerbit dengan lingkup spesifik untuk penerbitan jurnal.

Dilansir dari situs http://isjd.pdii.lipi.go.id/ bahwa Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) mencatat ada lebih dari 8.000 jurnal ilmiah di Indonesia hingga Januari 2017. Lebih dari setengahnya secara berkelanjutan mengirimkan terbitannya ke PDII-LIPI. Hingga saat ini ada 15.143 jurnal dari perguruan tinggi (universitas) serta sejumlah lembaga penelitian di Indonesia yang menyediakan lebih dari empat ratus ribu artikel yang bisa diakses.

4. Proses yang Dilalui

Dalam menerbitkan sebuah artikel dan jurnal ada proses yang harus dilewati. Artikel non-penelitian prosesnya lebih singkat karena sistematika penulisannya pun lebih sedikit, yaitu judul, nama penulis, pendahuluan, pembahasan, dan penutup.

Sedangkan untuk menghasilkan tulisan artikel hasil penelitian harus ada abstrak dan kata kunci yang berkaitan dengan tema atau pembahasan. Abstrak berisi garis besar atau ringkasan permasalahan pada artikel tersebut. Bisa juga ditambahkan penjelasan singkat terkait tujuan penulisan artikel. Di bagian akhir ada daftar pustaka berisi referensi-referensi yang digunakan oleh penulis.

Proses penerbitan jurnal lebih panjang sebab tidak semua artikel yang dikirimkan bisa keluar dalam satu edisi. Seluruh artikel yang diterima akan diseleksi dan yang terpilih akan disatukan untuk diterbitkan pada edisi baru. Jurnal yang akan diterbitkan harus memiliki nomor ISSN dan barcode. Ada mekanisme khusus yang harus dilewati untuk mendapatkan nomor ISSN dan barcode ini.

5. Manfaat yang Didapatkan

Baik artikel maupun jurnal sama-sama memberikan manfaat bagi pembacanya. Sebab ada informasi dan pembahasan khusus dalam artikel dan jurnal. Hanya saja jika ingin mendapatkan manfaat tertentu harus menentukan apakah harus membaca jurnal atau cukup dari artikel saja.

Seseorang yang membaca artikel akan mendapatkan gambaran umum tentang suatu topik atau permasalahan. Sedangkan dari sebuah jurnal seseorang bisa memperoleh ulasan yang lebih mendalam, berdasarkan data, dan lebih spesifik.

Sebagai contoh, artikel tentang penyakit anak biasanya hanya membahas satu jenis penyakit, serta bagaimana ciri-cirinya dan pengobatannya. Namun jika mencari jurnal tentang penyakit anak maka akan sangat variatif. Selain membahas tentang jenis-jenisnya, jurnal pun menyajikan data tertentu yang tidak dibahas secara mendalam pada sebuah artikel.

Macam-Macam Artikel

Secara garis besar, artikel bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu artikel penelitian dan non-penelitian. Jika dibandingkan dengan jurnal (akan dibahas selanjutnya), membedakan jenis artikel lebih mudah. Berikut adalah macam-macam artikel untuk diketahui:

1. Artikel Penelitian

Artikel penelitian memiliki aturan-aturan penulisan yang harus ditaati. Aturan-aturan tersebut bisa disebut juga sebagai sistematika penulisan sehingga hasilnya pantas disebut sebagai artikel penelitian. Beberapa cara yang bisa tempuh untuk memenuhi prosedur tersebut adalah:

  • Artikel dibuat sebelum laporan akhir selesai. Tujuannya untuk mendapatkan masukan dari pihak lain.
  • Artikel dibuat setelah laporan teknis selesai sehingga berisi ulasan-ulasan selama project atau penelitian dikerjakan.
  • Untuk artikel jurnal, penulisan artikel ini berdasarkan penelitian swadana.

2. Artikel Non-Penelitian

Artikel non-penelitian tidak ada hubungannya dengan hal-hal ilmiah. Oleh sebab itu, isinya bukan berupa penjabaran atau laporan hasil penelitian. Meski tetap mengikuti kaidah penulisan artikel, panjang artikel non-penelitian lebih pendek. Jumlah halamannya cukup sekitar 10 hingga 20 halaman saja. Selain pembahasannya harus singkat, hanya hal-hal esensial saja yang diulas di dalamnya.

Jenis-Jenis Jurnal

Di bawah ini ada beberapa jenis jurnal supaya lebih paham tentang perbedaan artikel dan jurnal. Kalau jenis artikel ada dua macam, maka jurnal dibagi menjadi tiga jenis. Pembagian jenis-jenis jurnal berikut bukan berdasarkan periode terbitnya, namun dibedakan dari tujuannya. Inilah jenis-jenis jurnal yang dimaksud:

1. Popular Journals

Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menghibur pembacanya. Isi popular journals adalah kumpulan pendapat atau potongan-potongan editorial. Target pembacanya lebih luas, dengan begitu bahasa yang digunakan pun lebih mudah dimengerti. Dalam jurnal ini tidak hanya tulisan-tulisan, ada juga ilustrasi data dan visualiasasi lainnya, seperti foto. Ada beberapa penerbit yang menampilkan iklan-iklan di dalamnya juga.

2. Professional/Trade Journals

Sesuai dengan namanya, jurnal ini menyasar satu target atau kelompok pembaca. Orang-orang yang disasar sangat spesifik sesuai dengan tema jurnalnya, biasanya ditujukan kepada satu profesi atau industri tertentu. Sebab isi jurnal profesional atau trade tidak seumum popular journals. Pembahasan yang diangkat seputar bisnis, update produk, dan info-info terkini yang bersifat praktis.

3. Scholarly Journals

Jurnal ini dikenal juga dengan jurnal akademik sehingga tujuannya jelas, yakni untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait penelitian atau temuan baru. Scholarly journals atau jurnal akademik diterbitkan pada periode-periode tertentu, biasanya secara bulanan namun ada juga yang tiga bulanan.

Isi jurnal ini tidak hanya hasil-hasil penelitian baru. Ada juga yang menerbitkan kritikan terhadap penelitian sebelumnya atau review terhadap sebuah studi. Artikel-artikel yang diangkat harus memiliki keunikan dan jarang teridentifikasi oleh publik sehingga begitu jurnal diterbitkan akan menarik rasa penasaran pembacanya.

Itulah seluruh perbedaan artikel dan jurnal yang mendasar beserta jenis-jenisnya agar lebih mudah dipahami. Jangan sampai keliru lagi membedakan keduanya sebab jelas memiliki tujuan yang tidak sama. Jika sudah mengerti betul tentang perbedaannya, sebaiknya diberitahu juga kepada mereka yang masih bingung sehingga tidak salah paham berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *